Artikel Terbaru

Detail Berita

Informasi terkini dan terpercaya untuk masyarakat

Ketua AKSI Bongas Safrudin Ajak Para Kuwu Totalitas Melayani Masyarakat

Ketua AKSI Bongas Safrudin Ajak Para Kuwu Totalitas Melayani Masyarakat

Ketua AKSI Bongas Safrudin Ajak Para Kuwu Totalitas Melayani Masyarakat

BONGAS, INDRAMAYU – Kuwu Desa Plawangan sekaligus Ketua Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) Kecamatan Bongas, Safrudin, menekankan pentingnya totalitas pengabdian bagi seorang Kuwu. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi oleh Cuplikcom di Balai Desa Plawangan, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.08 WIB.

Dalam keterangannya, Safrudin menegaskan bahwa Kuwu di wilayah Kecamatan Bongas senantiasa menjaga kekompakan. "Insya Allah, Kuwu se-Kecamatan Bongas pasti kompak," ujarnya optimis.

Terkait dinamika antara Kuwu baru maupun lama, Safrudin berpendapat bahwa kecerdasan akademik bukanlah tolok ukur utama, melainkan kemauan untuk terus belajar.

"Menurut saya tidak ada yang lebih pintar, karena ilmu Kuwu itu tidak ada sekolahannya. Yang paling penting adalah rajin dan ada kemauan belajar dalam menjalankan pemerintahan desa. Kapasitas Kuwu adalah sebagai pelayan masyarakat, walaupun memimpin, statusnya tetap pelayan," jelas Safrudin.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab seorang Kuwu tidak mengenal batasan waktu. Pengabdian 24 jam menjadi prinsip yang ia pegang teguh demi kepentingan mendesak warga.

"Contohnya, jika warga butuh mobil siaga tengah malam, kunci mobil ada di rumah saya agar mudah diakses. Saya sudah nawaitu (niat) untuk mengabdi, mengayomi, dan melayani masyarakat, jadi siap kapan saja," tegasnya.

Hal ini juga berlaku untuk penanganan situasi darurat seperti potensi tawuran remaja di lokasi sepi, di mana ia siap turun langsung bersama pamong desa guna mengamankan situasi.

Sebagai pemimpin di desa dan organisasi AKSI, Safrudin membagikan tips menjaga performa kerja. Ia rutin menggelar silaturahmi dan rapat koordinasi antar Kuwu untuk berbagi pengalaman (sharing session) meski jadwalnya bersifat fleksibel.

Di internal Desa Plawangan, Safrudin menerapkan gaya kepemimpinan yang menjadi teladan (leading by example). Untuk mendisiplinkan pamong desa terkait jam kehadiran, ia memilih datang lebih awal.

"Kalau saya pribadi datang tepat waktu, maka pamong desa juga akan menuruti perintah Kuwu. Jika pemimpinnya sering datang siang, tentu bawahan sulit untuk patuh," tuturnya.

Menghadapi potensi kecemburuan sosial antar pamong desa, Safrudin mengedepankan pendekatan kekeluargaan layaknya orang tua dan anak. Ia rutin mengajak mereka berdiskusi, "ngopi bareng", dan memberikan motivasi agar setiap pamong bangga saat diberikan tanggung jawab melayani masyarakat.

Menyikapi kebijakan pemangkasan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat, Safrudin memilih untuk tetap bersyukur dan melakukan skala prioritas. Menurutnya, masyarakat saat ini sudah cukup cerdas memahami kondisi anggaran tersebut. Selain DD, ia juga mengoptimalkan Pendapatan Asli Desa (PAD) meski dengan luasan wilayah yang terbatas.

"Di Desa Plawangan, prioritas kami selain pembangunan fisik adalah ketersediaan air untuk sawah agar tetap stabil. Selain itu, adat budaya seperti Munjung dan Mapag Sri harus terus dilestarikan," tambahnya.

Kegiatan adat tersebut menurutnya bukan sekadar seremoni, melainkan sarana silaturahmi, hiburan rakyat, serta momen berbagi melalui santunan anak yatim. Safrudin berharap, melalui sinergi yang kuat antara kepemimpinan yang responsif dan pelestarian budaya, Kecamatan Bongas dapat mencapai kemajuan yang maksimal.

sumber :

https://www.cuplik.com/read/26485/Ketua-AKSI-Bongas-Safrudin-Ajak-Para-Kuwu-Totalitas-Melayani-Masyarakat


Absensi
Buku Tamu
Pengaduan